Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Amoi Cari Ruang kantor murah

sewa ruang kantor Jakarta Murah seang dicari oleh amoi, karena amoi saat ini ingin memperbesar usahanya.

Seorang perempuan pekerja bisa tampil modis dan elegan di tengah kesibukannya di depan komputer, menghadiri rapat, atau bertemu klien. Dengan sentuhan mode, mereka bisa tampil dengan gaya berbeda hanya dengan satu baju utama.

Di dalam buku Mode dalam Sejarah diceritakan, desain khusus busana kerja sudah dikenal sejak tahun 1800-an. Adalah seorang perempuan bernama Elizabeth Smith Miller yang menciptakan busana kerja yang disebut bloomer, yaitu gaun longgar selutut yang dipakai di atas celana baggy.

Meski dibuat Miller, model pakaian ini dipopulerkan oleh pengacara bernama Amelia Bloomer pada tahun 1850-an sehingga namanya dipakai sebagai nama busana tersebut.


Pakaian tersebut sebenarnya membuat pemakainya lebih bebas bergerak dibandingkan gaun panjang yang populer saat itu. Namun, kepopuleran bloomer tak begitu lama karena mendapat kritik dari pers.

Pada akhir abad ke-19, perempuan yang bekerja semakin banyak. Mereka memakai jaket pria yang dipadukan dengan blus dan rok yang serasi. Hingga sekarang, setelan tersebut menjadi model yang umum dipakai perempuan bekerja meski potongannya terus berubah.

Model ini pula yang dicontoh beberapa desainer internasional ternama, seperti Karl Lagerfeld, Yves Saint Laurent, dan Paul Smith, untuk membuat koleksi bagi perempuan bekerja. Setelan dari wol berbentuk kotak klasik, misalnya, telah menjadi rancangan Lagerfeld yang membuat rumah mode Chanel terkenal.

Smith, yang asal Inggris, adalah salah satu perancang yang memopulerkan rok pensil, setelah rok berpotongan lurus dengan panjang sebatas lutut ini diperkenalkan oleh Christian Dior tahun 1950-an. Dengan modelnya yang klasik, rok pensil menjadi salah satu jenis busana yang tak pernah ketinggalan zaman.

Tahun 1980-an, ketika power suit —setelan yang biasa dikenakan pengusaha sukses— menjadi populer, Saint Laurent membuat setelan dengan jaket berbentuk kotak, bahu yang memakai bantalan, dan rok pendek.

Buku Harper’s Bazaar Great Style memberikan petunjuk tentang beberapa jenis pakaian dan aksesorinya yang menjadi kebutuhan dasar perempuan yang bekerja, yaitu celana panjang, jas, rok pensil, kemeja putih, blus sutra, kardigan, gaun, sepatu tak bertali, tas, dan ikat pinggang.

”Jaket yang dijahit dengan rapi, kemeja putih, dan celana panjang adalah item-item yang harus dimiliki untuk segala kegiatan. Jins dengan warna gelap juga bisa memunculkan kesan kasual dan manis jika dipadukan dengan atasan yang sesuai,” kata perancang Giorgio Armani dalam buku tersebut.

Dari berbagai jenis pakaian tersebut, setelan berupa jaket dan rok atau celana panjang memang menjadi yang paling lazim dipakai perempuan saat bekerja. Itu karena busana two pieces ini tak pernah ketinggalan zaman.

Namun, untuk bisa tampil elegan dengan setelan yang dipakai, Armani mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemakainya. Salah satunya adalah tidak terlalu banyak memakai aksesori.

”Untuk mendapatkan tampilan baru, Anda juga tidak perlu selalu membeli baju baru. Ada setelan-setelan yang bisa ditukar pasangannya. Atau, kalaupun ingin membeli yang baru, cukup beli baju atasnya karena model celana panjang atau rok akan lebih langgeng,” kata Armani.

Citra perusahaan

Desainer Musa Widyatmodjo juga menekankan pentingnya seorang perempuan yang bekerja memadukan jenis-jenis busana tertentu demi kepentingan faktor ekonomis.

”Wanita kosmopolitan yang banyak kegiatan menginginkan baju yang simpel, praktis, dan ekonomis, yaitu baju yang bisa dipakai ke berbagai acara. Untuk itu, sebagai perancang, saya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Tinggal bagaimana cara mereka memadukan dengan busana lain atau aksesori,” tutur Musa.

Selain setelan yang sudah menjadi model wajib bagi pekerja kantoran, Musa mengatakan, gaun juga bisa menjadi pilihan. Dalam salah satu desain Musa di koleksi busana siap pakai M by Musa, misalnya, terdapat beberapa model gaun yang bisa dikenakan saat bekerja. Selain feminin, kesan elegan juga bisa muncul ketika gaun tersebut dipadukan dengan jas.

”Jins juga sebenarnya bisa dipakai ke kantor, terutama oleh mereka yang bekerjanya di bidang kreatif. Tetapi bukan berarti semua jins bisa dipakai. Kalau untuk ke kantor, sebaiknya memakai jins warna gelap dan bukan dengan model yang robek-robek,” kata Musa.

Desainer yang mendesain seragam beberapa bank, restoran, dan perusahaan penerbangan ini mengingatkan, busana kerja yang dipakai seseorang menjadi presentasi perusahaan tempat dia bekerja, bukan cermin pribadi si pemakai. Hal tersebut tak hanya berlaku untuk pakaian kerja berupa seragam, tetapi juga untuk pakaian yang bukan seragam.

Musa mengatakan, meski seseorang bisa memakai busana kerja nonseragam sesuai gayanya, bukan berarti dia bisa tampil bebas. ”Termasuk, misalnya, saat menjamu klien pada acara informal malam hari. Baju yang dipakai tidak boleh terlalu seksi. Harus diingat bahwa penampilan akan dikaitkan dengan citra perusahaan tempat bekerja,” kata Musa.

Info :
Cari ruang kantor murah

Selasa, 04 Oktober 2011

BNI Life Masih Mencari Calon Mitra Asing

Selain Adira asuransi kendaraan terbaik Indonesia, Niat BNI Life Insurance mencari mitra strategis semakin serius. Direktur Utama BNI Life Junaedy Ganiw mengaku, pemegang saham, yaitu Bank Negara Indonesia, merencanakan agar anak usahanya ini mencari mitra strategis untuk memperbesar porsi bisnisnya.

Pembahasan soal mitra strategis ini masih berjalan. "Mengenai kapan waktunya, ini yang belum dapat dipastikan," kata Junaedy, Selasa (20/9).

Bahkan, skema kerjasama pun belum putus, apakah menjadikan BNI Life sebagai perusahaan patungan alias joint venture, atau justru membentuk perusahaan asuransi jiwa baru hasil patungannya dengan mitra strategis. "Yang pasti, pemegang saham meminta agar kami mempercantik diri terlebih dahulu," imbuh Junaedy.

BNI Life berniat mencari perusahaan asuransi asing yang telah memiliki jaringan pemasaran yang luas. Asal tahu saja, strategi ini mencontoh kesuksesan perusahaan asuransi lokal yang bermitra dengan asing. Sebut saja, AXA Mandiri, Avrist Assurance, dan yang terbaru Asuransi Jiwa Sinar Mas MSIG.

Junaedy bilang, BNI Life bakal mengoptimalkan jalur distribusi bancassurance. Saat ini, porsi bancassurance setara dengan keagenan, yakni masing-masing 40%. Sisanya, berasal dari employee benefit dan bancatakaful untuk unit usaha syariahnya. "Diharapkan, bancassurance nanti akan mendominasi kontribusi bisnis kami," katanya.

Wakil Ketua Direktur Utama BNI Life Geger N. Maulana menuturkan, saat ini BNI Life sedang mengkaji rencana bisnis perusahaan asuransi yang baru berganti manajemen ini. Rencana bisnis yang dikaji, misalnya membidik nasabah baru berdasarkan basis data nasabah Bank BNI dan menjajaki sejumlah kerjasama bisnis dengan bank-bank lain.

Selain itu, BNI Life juga mempersiapkan produk baru dan inovasi terhadap produk-produk yang sudah ada untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis. "Kami akan meningkatkan komitmen kerja sama dengan induk usaha dan mengkaji seluruh bisnis yang selama ini berjalan baik agar menjadi lebih baik lagi," terang Geger.

Sekadar informasi, per Agustus 2011, BNI Life tercatat memiliki aset Rp 2,2 triliun. Perusahaan asuransi ini menargetkan total aset naik menjadi Rp 2,4 triliun di akhir tahun ini. BNI Life pun mematok target total perolehan premi Rp 1,78 triliun pada akhir 2011 atau tumbuh 32% dibanding pencapaian tahun sebelumnya, sebesar Rp 1,34 triliun[sumber]

Daftar Blog Saya

Followers

 

Copyright © 2009 by Amoi News

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger